Langsung ke konten utama

surveilans epidemiologi TB dan filariasis



SUCI MAULIDYA PARAMITHA 11141010000089
PEMINATAN EPIDEMIOLOGI
Tujuan Surveilans Epidemiologi TBC:    
                  Gambar  dibawah ini menyajikan contoh penggunaan surveilans untuk memonitor performa dan efektivitas program pengendalian TB. Perhatikan, dengan statistik deskriptif sederhana surveilans mampu memberikan  informasi  tentang  kinerja  program  TB  yang  meningkat  dari  tahun  ke  tahun,    baik  jumlah  kasus  TB yang  dideteksi,  ketuntasan  pengobatan  kasus,  maupun  kesembuhan  kasus.  Perhatikan  pula  peran  penting  data  time-series  dalam  analisis  data  surveilans  yang  dikumpulkan  dari  waktu  ke  waktu dengan interval sama. 
Tujuan  jangka panjang  Penanggulangan  Nasional TB adalah  menurunkan  angka kesakitan  dan  angka  kematian  penyakit TB dengan cara memutuskan  rantai penularan, sehingga penyakit TB tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia.
Indikator dalam Survailens Epidemiologi TBC antara lain:  Komitmen pemerintah untuk mempertahankan control terhadap TB,Deteksi kasus TB di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala melalui pemeriksaan dahak, Enam hingga delapan bulan pengobatan teratur yang diawasi (termasuk pengamatan langsung untuk pengkonsumsian obat setidaknya selama dua bulan pertama),Persediaan obat TB yang rutin dan tidak terputus, Sistem laporan untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pengobatan dan program, Memasukkan strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) sebagai penilaian akreditasi rumah sakit, Menggunakan 18 alat Gene Xpert sebagai Rapid Diagnostic TB untuk TB MDR dan TB HIV, dll.
Surveilans penyakit filariasis, dimulai dengan penemuan penderit melalui survey darah jari dan seejak itu diadakan kegiatan pemberian obat masal  pencegahan yang secara teknis diatur dalam surt keputrusan Menteri Kesehatan Nomor 1582 tahun 2005 . kegiatan ini dilakukan rutin selama 5 tahun , kegiatan yang rutin setiap tahunnya adalah surveilans pengobatan missal, yaitu penduduk usia 2-65 tahun. Sebelum itu dilaksanakan sosialisasi kepada penduduk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Pola Sulur Jari Tangan

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN  JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT PEMINATAN EPIDEMIOLOGI KESEHATAN  Anggota Kelompok:   1. Ni Made Shellasih (094)                                     2. Siti Nurohma                                     3. Suci Maulidya P (089) Kelompok 2 A.     Tujuan 1.       Untuk mengetahui pola sulur jari tangan pada mahasiswi Epidemiologi 2014 dari perwakilan setiap kelompok 2.       Mengetahui perbandingan pola sulur jari tangan antar kelompok Epidemiologi 2014 B.   ...

Resume Buku At a Glance Imunologi

Resume Buku At a Glance Imunologi Kelompok   3 : 1.       Nanda Amala Elsany (11141010000008) 2.       Wardatul Hasanah   (11141010000015) 3.       Nabilah Musyarrofah (11141010000069) 4.       Mia Sarah (11141010000080) 5.       Suci Maulidya Paramitha (11141010000089) 6.       Ni Made Shellasih (11141010000094) Kelas               : 4C/ Epidemiologi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN 2014 Mata Kuliah : Vaksin dan Imunologi BAB 1 : Cakupan Imunologi Cedera dan infeksi merupakan penyebab pertama yang biasanya menimbulkan kematian penderita sebelum usia produktif, yang berarti berpotensi menghilangkan gen. Untuk mengurangi dampak tersbeut, dilakukan pemulihan dan imunitas. Imunitas membahas mengenai pengenalan dan pembuangan benda asing yang ...

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA GOLONGAN DARAH

Praktikum biokimia Ni Made Shellasih Siti Nurohma Suci Maulidya P 11141010000089 Judul praktikum Genetika golongan darah Tujuan 1.       Mengetahui pola golongan darah menurut keturunan 2.       Mengetahui alel dari setiap golongan darah 3.       Mengetahui rhesus pada mahasiswa peminatan epidemiologi 2014 4.       Mengetahui golongan darah yang dominan pada mahasiswa peminatan epidemiologi 2014 Teori Darah merupakan bagian dari cairan ekstrasel yang berfungsi untuk mengambil O2 dari paru-paru, bahanbahan nutrisi dari saluran cerna, dan mengangkut hormon dari kelenjar endokrin. Bahan-bahan tersebut diangkut ke seluruh sel dan jaringan, dimana bahan-bahan tersebut akan berdifusi dari kapiler ke jaringan interstitial, masuk ke dalam sel dan selanjutnya akan dipergunakan untuk semua aktifitas sel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa darah mempunyai tiga peranan pe...